Tampilkan postingan dengan label mujizat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mujizat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Hujan Gerimis, Hujan Batu, Salju, Dan Al-Quran

gunung-es
AL-QURAN merupakan pedoman hidup manusia, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam Al-Quran pun banyak ayat-ayat yang mengungkapkan sebuah penemuan baru maupun penyempurnaan atau koreksi terhadap teori-teori yang sudah ada.
Selama ini, kita belajar bahwa air hujan berasal dari air laut yang menguap, berkumpul menjadi awan hujan, lalu airnya turun kebumi. Hal ini dijelaskan dalam Surat An-Nuur.
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengerakan awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya. Dan Allah menurunkan dari langit, gunung-gunung berisi butiran-butiran es yang dijatuhkan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya, dan dipalingkan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya,” (Q.S. An-Nuur: 43).
Turun hujan, fenomena yang dijelaskan di atas sudah dikenal seluruh umat manusia dan bukan sesuatu yang luar biasa. Akan tetapi, satu hal yang belum diketahui kebanyakan manusia adalah kelanjutan ayat tersebut, yang bercerita tentang komet-komet salju. Tetapi anehnya, bukan berasal dari awan, melainkan dari langit atau ruang angkasa.
Ayat-ayat senada dapat dijumpai pula pada surah al-Baqarah: 22 yang mengatakan bahwa Allah menurunkan air dari langit dan bukan dari awan. Juga pada surah Ibrahim: 32 serta an-Nahl: 10 dan 65. Marilah kita simak lanjutan dari Surat An-nuur (24) ayat 43 di atas, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari gumpalan- gumpalan awan laksana gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”
Nah, kalimat tadi semakin ganjil. Selain menurunkan hujan dari awan, Allah juga menurunkan es sebesar gunung dari langit. Misteri ini tersimpan ratusan tahun. Para ahli tafsir-pun bingung menafsirkannya. Ayat ini dengan jelas menerangkan bahwa Allah menurunkan gunung-gunung berisi bola-bola es atau komet-komet salju dari langit ke bumi.
Sampai tahun 1986 fenomena tersebut belum diketahui manusia. Barulah pada tahun 1988 kebenaran ayat itu mendapat konfirmasi dari ilmu pengetahuan, atau dalam bahasa yang lebih tepat, ilmu pengetahuan baru menemukan kebenaran ilmiah yang sudah lama diungkapkan oleh Al Quran.
Dr. Louis Frank, seorang ahli fisika dari Universitas Iowa USA, mempelajari data yang dikumpulkan oleh satelit Dynamic Explorer 1 sejak tahun 1981 hingga 1986. Satelit tersebut merekam gambar-gambar ultraviolet, terutama untuk mempelajari lapisan udara yang mengitari bumi. Dari gambar-gambar ini Dr. Louis Frank menemukan lubang-lubang yang menembus atmosfer. Hingga saat itu belum ada yang bisa menerangkan, lubang-lubang apa itu sebenarnya. Ia memilah-milah sejumlah penjelasan dari berbagai pakar setelah menganalisisnya, ia menyimpulkan bahwa lubang-lubang itu hanya mungkin terbuat oleh bola-bola es atau komet-komet salju yang datang dari ruang angkasa (langit).
Ia memperkirakan, tiap komet beratnya sekitar 100 ton, terbungkus oleh lapisan hidrokarbon berwarna hitam. Komet-komet itu berjatuhan ke bumi kurang-lebih 100 juta banyaknya tiap tahun, atau 19 butir tiap menit. Ukurannya kira-kira 30 kaki (20 meter). Menurut Dr. Clayen Yeates, ahli fisika pada Laboratorium Tenaga Dorong Jet di Pasadena, komet-komet tersebut berkecepatan 10 km per detik sejajar dengan kecepatan bumi, dan berada 1000 km di atas bumi. Bola-bola batu atau komet-komet salju itu lalu berpencaran menjadi butiran-butiran kecil dan menguap di atmosfer. Akhirnya uap ini akan berjatuhan sebagai hujan dan menyatu dengan sistem perputaran air di bumi.
Dalam perhitungan Dr. Louis Frank, tiap 10.000 tahun komet-komet itu dapat mengisi satu Inci atau 2,5 cm dari seluruh persediaan air yang terdapat di bumi. Maka bumi ini terbentuk 4,9 miliar tahun yang lalu, dan kejadian tersebut sudah berlangsung sejak awal terbentuknya bumi, proses turunnya komet-komet itu memang dapat memenuhi kebutuhan air untuk mengisi semua lautan dan bongkahan-bongkahan salju dl kutub.
Dengan menggunakan teleskop yang dapat menangkap seisi ruang angkasa di Observatorium Kitt Peak, Arizona, Dr. Yeates meneropong ke langit dan melihat bola-bola es itu berada pada jarak 150.000 km di atas bumi. Ia berhasil memotret bola-bola es atau komet-komet salju itu kian mendekati bumi. Seraya mendecak takjub la berkata kepada Prof. Ibrahini B. Sayed, “Sungguh mengherankan. Hasil-hasil penyelidikan ini sesuai betul dengan ramalan-ramalan Al-qur’an.”
Kata Ir. H. Bambang Pranggono, MBA, IAI dalam bukunya Mukjizat Sains Al Quran, 2008: “Setelah ditemukan bukti-bukti di atas, apa lagi yang masih menghalangi kita untuk mematuhi semua perintah Allah yang tertuang dalam Al Quran?
Bahkan Ibrahim B. Sayed, seorang ahli fisika dan profesor obat-obatan nuklir dari Universitas Louisville, Amerika, mengatakan, “Telah terbukti dalam sejarah, Islam tidak pernah berselisih dengan sains, dan Al-Qur’an tidak berkontradiksi atau berlawanan dengan penemuan-penemuan sains modern. Sejalan dengan itu para Pakar Barat memuji ilmuwan-ilmuwan Muslim yang telah menguasai Ilmu pengetahuan jauh lebih dulu dari mereka. Bahkan 1400 tahun sesudahnya, sains modern mulai menerangi kebenaran wahyu-wahyu Al-Qur’an dan menguatkan keabsahannya.” 
[sumber: ronymedia]

Tokoh ‘Pintar’ Aristoteles : Embrio Berasal dari Darah Haid ; ISLAM : Embrio Berasal dari Air Mani


Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah * Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang * dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu * ( Al-Infitahaar 6-7)
Terdapat berabad –abad durasi, serta upaya-upaya penafsiran di balik sejarah Embriologi, Misteri tentang proses penciptaan pembetukan Manusia sebelumnya telah tertulis di lembaran-lembaran sejarah, menujukkan bahwa hasrat Manusia untuk mengetahui hal itu sangat kuat.
مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَه
“Dari apakah Allah menciptakannya (Manusia) ?”  (عبس:18)
Dari pertanyaan mendasar inilah sejarah merekam segalah upayah-upayah Manusia dalam mengungkap hal itu, berdasarkan hasil akumulasi data dari para ahli sejarah dalam sebuah konferensi (1), sejarah Embriologi dapat kita ringkas dalam beberapa Tahapan sejarah berikut :
A. Fase deskriptif (Penggambaran) :
Tahap pertama ini juga disebut sebagai `Embriologi deskriptif` di mana fase ini muncul pada enam abad SM yang lalu, dan berlanjut hingga abad kesembilan belas. Dalam periode ini fenomena tentang perkembangan janin hanya sebatas dugaan-dugaan Manusia pada waktu itu, seperti yang terdapat dalam Manuskrip Mesir Kuno di Zaman keturunan Firaun keempat, kelima dan keenam bahwa janin diibaratkan sebagai plasenta atau ari-ari, yang kala itu dinamakan Plasenta Raja yang dibawakan ke hadapan raja Firaun oleh beberapa orang layaknya sebuah Panji. Mereka juga menyakini bahwa plasenta Raja tersebut menyimpan kekuatan sihir gaib, hal tersebut terus mereka yakini hingga memasuki periode Yunani kuno dan setelahnya.  Dalam periode ini juga terdapat Manuskrip terkuno yang menunjukkan tentang `Pencegahan Kehamilan` tertulis dalam bahasa Alheira (bahasa Mesir kuno sebelum hieroglif) pada papirus yang diindikasikan antara  tahun 2000 dan 1800 tahun sebelum masehi. 

embrio2Gambar panji  Firaun Kleiss atau disebut Plasenta Raja.
Ketika Ilmu pengetahuan dan Logika Mulai bersanding dan saling melengkapi, kaitan janin dengan hal-hal Khurafat seperti kekuatan magis pada era Firaun tidak lagi dianggap pada Zaman Yunani Kuno, namun terkadang kekuatan Logika hanya sebatas spekulasi , yang tak selamanya konsisten di atas kebenaran fakta, hal demikian juga terdapat di zaman kita sekarang. Seperti yang dijelaskan dalam salah satu konsep penting dalam sejarah Embrio (di zaman Yunani kuno) yang disebut dengan `Evolusi berangsur`, teori yang banyak diuraikan dalam tulisan-tulisan Aristoteles  ( yang sangat berpengaruh di Zamannya dan Setelahnya) pada bagian pertama dari catatan sejarah , dan sejak berlalunya  200 tahun setelah Masehi hingga memasuki Abad ke Keenam belas, sama sekali belum terdapat pengetahuan mengenai embriologi dalam literatur ilmiah Barat. Kalaulah tanpa usaha dan perhatian para penulis Muslim menggali peninggalan pengetahuan-pengetahuan Yunani Kuno, maka bisa dikatakan informasi tulisan-tulisan Kuno tersebut akan terkubur selamanya.
Para Abad ke tujuh belas tepatnya pada tahun 1604, setelah membuahkan hasil dari perdebatan dan penelitian Ilmiah, Fabricios berhasil menyusun gambar dari proses evolusi embrio ayam.
embrio3Menjelaskan gambar tahapan evolusi embrio Ayam ( diambil dari buku: Permission from De Formatione ovi Fabrius Meyer 1939)
Perlu digaris bawahi bahwa pada masa tersebut para peneliti masih mengekor kepada pemahaman Arsitoles bahwa embrio berasal dari Darah haid. Dan mereka pun meyakini bahwa proses evolusi embrio manusia hanya sebatas penambahan ukuran bentuk.
embrio4Gambar penambahan ukuran tubuh bentuk pada embrio manusia
(Permission from Neddham 1959)
Ketika kesimpulan embriologi ini mulai tersebar luas dan diimani kebanyakan Dokter pada waktu itu, para Ulama muslim justru membantahnya dan mengatakan bahwa embrio berasal  dari air mani bukan berasal darah haid dengan argument dari Firman Allah Swt:
أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim) [القيامة:37]
Dan beberapa riwayat dalam Hadist Rasulullah (2), yang tentunya para peneliti Non Muslim tidak menggangap hal itu. Di antara Para Ulama Muslim yang membantah hal tersebut Ibnu Hajar Al-Asqlany dalam Fathul Bary (852 H atau 1449 Masehi) (3)
Pada tahun 1673 beranjak dari penemuan mikroskop, Van Leeuwenhoek akhirnya sampai pada pengetahuan mengenai sel sperma.
embrio5A. Gambar Mikroskop pertama, B. menunjukkan cara penggunaannya di mana tubuh manusia diletakkan di depan lensa berspilaar. Leeuwenhoek 1673
Kemudian berhasil menemukan beberapa bentuk  sel sperma yang disebarkan pada tahun 1701.
embrio6Gambar betuk Sperma Mani pada Masa Leeuwenhoek (Permission from Meyer, 1939)
Pada tahun 1694, Hartsoeker sempat menemukan gambaran yang cukup jelas tentang pembentukan sel Sperma, kemudian para Ilmuwan meneliti dan memperjelas kembali lalu menyimpulkan bahwa : kesempurnaan dari proses pembentukan Manuisa terjadi di dalam tubuh Sperma.


embrio7Gambar yang menjelaskan bentuk manusia dalam sel sperma, diambil dari karangannya Hartsoeker 1694 Hartsoeker Essay de Dioptrique 1694 (Permission from Meyer 1939)
Dengan kata lain mereka belum mengetahui bahwa Bentuk sempurna dari evolusi Manusia terjadi pada Rahim Ibu dengan melalui berbagai tahapan dan pembentukan seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran bahwa proses pembentukan Manusia sempurna tidak terbentuk setelah melalui beberapa Fase dalam Rahim Ibu, dalam Firman-Nya:
                     …. بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ …
Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan…( Az-Zumar: 6)
Salah seorang Ilmuwan yang bernama Marcello Malpighi (yang saat dianggap sebagai bapak Ilmu Embriologi) Setelah melalui studi tentang telur pada tahun 1086 H – 1675 M, berkesimpulan bahwa Bentuk tubuh Ayam kecil telah ada sebelum terbuatnnya telur pada Ayam.
Pada saat itu  muncul anggapan sebagian Ilmuwan Bahwa tahapan sempurnanya pembentukan manusia terjadi pada Ovum (Sel telur pada perempuan), dan di sisi lain terdapat anggapan bahwa bentuk manusia utuh tejadi dalam tubuh sel Sperma. Kontroversi teori dari kedua belah pihak tersebut terus belanjut hingga memasuki tahun 1186 H -1775 M, ketika Lazzaro Spallanzani Mengungkapkan  kaitan mendasar yang sangat penting antara Spermatozoid (sel Sperma) dan  Ovum  dalam proses pembentukan Manusia, dan mengenai permasalahan itu ternyata telah dirincikan dalam Al-Quran dan Hadist:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَى
 Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan (Al-Hujuraat: 13)
Dari Ibnu Mas’ud bahwa :….Seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah Saw, wahai Muhammad dari manakah Manusia Diciptakan ?, Maka Beliau bersabda: Wahai yahudi,(diciptakan) dari setiap Air mani Laki-laki dan Perempuan (HR. Muslim) (2)

B. Fase Eksperimental (Percobaan)
Ovum Mamalia belum diketahui secara jelas kecuali pada akhir abad ke Sembilan belas, dan pada masa tahapan ujicoba dalam  embriologi ini di mana Buku-buku karya Von Baer dan Darwin sangat terkenal (sejak akhir abad kesembilan belas sampai empat puluhan dari abad kedua puluh). Pada saat itu Von Baer dianggap sebagai Ilmuan Besar yang telah melonjak pengetahuan tentang embrio dari percobaan dan pengamatan menuju perumusan konsep embrio yang tidak bertentangan.
Pada Fase ini juga  konsep mengenai mekanisme makhluk hidup mulai dibahas, dan studi mengenai embrio mulai berkembang  dari tahapan pengamatan ke tahapan  penanganan organisme.

C. Fase penggunaan teknologi
Pada Fase ketiga (modern) ini bermula pada tahun empat puluhan sampai zaman kita sekarang, di mana pada Fase ini telah tersedia berbagai Alat teknologi canggih yang sangat membantu  dalam proses penelitian, seperti mikroskop elektronik, kamera, komputer, dan alat deteksi protein, asam nukleat, karbohidrat kompleks, dan sejenisnya. Jika tanpa perlengkapan tersebut eksperimen- eksperimen para ilmuwan biologi terus akan mengalami kelumpuhan dalam menemukan kebenaran Ilmiah dan misteri mengenai Emriologi selamanya akan tetap menjadi  mimpi aneh bagi Manusia.
Dan sekarang kita dapat meliahat bentuk jelas Embrio yang dahalu tidak dapat disaksikan pada zaman Malpighi.

embrio8Hasil gambar elektronik embrio tikus (Permission from GGG)
Bahkan kita bisa melihat lebih dalam lagi pada bagian ini, untuk memahami mekanisme normal dan abnormal dengan lebih baik.

embrio9Gambar organ jantung pada embrio tikus (courtesy of Dr. A. Fazel) permission from GGG

embrio10Gambar bagian dalam jantung pada embrio Tikus  (courtesy of Dr. A. Fazel) permission from GGG
Informasi embrio dalam Quran dan Sunnah
Tetapi bagaimana halnya dengan Al-Quran dan As-Sunnah yang diturungkan 1400 tahun silam ketika berkaitan mengenai Embriologi ?, di Abad ke ketujuh Masehi Al-Quran dan Hadist dangan gaya literatur yang Eksklusif  nan mengagumkan telah menjelaskan penemuan-penemuan yang luar bisa tersebut. Seperti yang ditemukan ilmu pengetahuan modern melalui teknologi mutakhir. Tentang informasi mengenai tahapan-tahapan pembentukan Manusia dalam janin sudah tercantum dalam Al-Quran, mulai dari tahapan segumpal darah, segumpal daging, tulang belulang dan pembentukan otot, Dan dalam hadist menjelaskan masa dimana pembentukan jenis kelamin, Janin, dan tahapan sempuran dalam penbentukan Manusia terjadi.
Jika kita melihat perjalan sejarah Embriologi dapat kita katakan bahwa perhatian Manusia terdapat hal tersebut sangat tinggi, beranjak dari fase penggambaran, percobaan, hingga penggunaan teknologi pun Masalah tersebut masih terus dibahas. Sebelum diturungkannya Al-Quran, catatan-catanan detail mengenai tahapan penciptaan Manusia belum ada, dan sebelum ditemukannya Mikroskop penemuan ilmiah tentang sel sperma belum dapat disentuh oleh Manusia.
Allah Swt Berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah  (12)Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13)Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (14)( Al-Muminun: 12-14)
Rasulullah Saw Bersabda:
” Jika Sperma (Air Mani) telah berumur 42 malam, Allah Swt mengutus Malaikat untuk membentuknya kemudian memberikannya pendengaran, penglihatan, kulit, daging ,dan Tulang-belulang” (H.R Muslim)(4)

Referensi:
Al-Quran
Fath Al-Bari: penerbit Darul Marifah, Beirut
Sahih Muslim: Darul Ihyau Thurast Arab, Beirut.
Abu Dawud: Darul Hadist, Suriah
Tabraani: Ibnu Taimiyah Press, Mesir.
Diambil dari tulisan G C Geornger, Syaikh Abdul Majeed al-Zindany, dan Mustafa Ahmed, pada Bab: Sejarah Embriologi dalam Buku  Embriologi dalam Al-Quran dan As-Sunnah:http://kenanaonline.com/files/0061/61915/ar_Embryology_in_the_Quran_and_Sunnah.pdf
1. Penelitian ini disampaikan dalam Konferensi Dunia Pertama tentang Mukjizat Ilmiah dalam Al-Quran dan Sunnah di Islamabad, Pakistan (Safar 1408 H. bertepatan dengan Oktober 1987).
2. hadist tentang Sperma:
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أنه قال : “مر يهودي برسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يحدث أصحابه فقالت قريش : يا يهودي إن هذا يزعم أنه نبي فقال لأسألنه عن شئ لا يعلمه إلا نبي ، قال فجاء حتى جلس ثم قال : يا محمد مم يخلق الإنسان ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “يا يهودي من كلٍ يخلق من نطفة الرجل ومن نطفة المرأة”
HR. Muslim 1: 422, Musnad Imam Ahmad 3: 166
3. berkata Imam Ibnu Hajar Al-Asqlany:
“زعم كثير من أهل التشريح أن منى الرجل لا أثر له فى الولد إلا فى عقده. وأنه إنما يتكون من دم الحيض وأحاديث الباب تبطل ذلك”
Fathul Bary jilid 11
 4. Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan Tabraani, dan Jaafar Algriabi dan disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fath 11:48.

Fakta Buktikan Sabda Nabi Muhammad SAW : Akhir Zaman, Tanah Arab Kembali dipenuhi Tumbuhan dan Banyak Sungai


Pada tahun 2012 ditemukan  jaringan dari sungai dan danau yang sangat besar dan luas di bawah gurun pasir.
1 1aGambar jaringan besar sungai (yang tampak hitam) setelah ribuan tahun berlalu dan berubah bentuk seperti lembah yang tenggelam di gurun pasir, diperoleh dari satelit. Referensi:
Profesor Michael Petraglia dari University of Oxford melakukan penelitian di padang pasir di Semenanjung Arab yang pada akhirnya menemukan bahwa ternyata gurun pasir yang gersang tersebut menyembunyikan jaringan sungai yang luas di bawah, hal ini mengindikasikan bahwa daerah ini sebelumnya pernah dipenuhi dengan berbagai kehidupan, keaktifan, organisme dan hutan. Penelitian ini ditangani oleh Tim observasi selama proses akumulasi informasi lebih lanjut tentang daerah ini.
Seperti yang disampaikan dalam situs University of Oxford dengan judul penelitian ` Scientists explore an ancient network of rivers and lakes in the Arabian Desert`.
1 1bTulisan-tulisan kuno yang terdapat di wilayah Najran di Arab Saudi menunjukkan bahwa daerah gurun ini sebelumnya terdapat  peradaban yang kaya dan berbagai kehidupan, tidak seperti padang tandus yang kita saksikan hari ini, Daily Mail Inggris Referensi 2012.
1 1c
Profesor Petraglia tengah melakukan penggalian bawah gurun pasir untuk mengetahui penyebab keberadaan kehidupan di daerah ini pada ribuan tahun silam serta alasan mengapa kehidupan tersebut bisa lenyap lalu berganti menjadi daerah padang pasir gersang setelah sebelumnya memililiki kekayaan sumber air, populasi Manusia dan hewan. Referensi: Oxford University Press, 2012
1 1d
Gambar yang diperoleh dari satelit, menunjukkan sebuah danau besar menghilang di bawah gurun pasirJazirah Arab setelah pengeringan selama ribuan tahun (warna biru). Referensi: Koran dailymail.
Para ilmuwan mengatakan bahwa penemuan ini sangat penting untuk mengetahui hakikat kehidupan di gurun Jazirah Arab, dan bagaimana proses berevolusinya kehidupan manusia di sana serta penyebab migrasi manusia dan hubungannya dengan iklim dan perubahannya.
Sesungguhnya fakta ilmiah membuktikan bahwa gurun pasir Arab sebelumnya ditumbuhi oleh berbagi tumbuh-tumbuhan dengan sumber Air yang terdapat disekitarnya. Para ilmuwan juga mencoba untuk memprediksikan masa depan wilayah tersebut, namun Nabi Saw telah memberitahukan Ummatnya tentang masa lalu dan masa depan gurun itu dalam Sabdanya:
(لا تقوم الساعة حتى تعود أرض العرب مروجاً وانهاراً [رواه مسلم
“Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai tanah Arab kembali dipenuhi tumbuh-tumbuhan dan Sungai-sungai (HR. Muslim)
Baginda Rasulullah Saw telah mengkaitkan kebenaran hari Kiamat dengan fakta Ilmiyah yang akan ditemukan oleh para ilmuwan setelah empat belas abad  supaya menjadi bukti atas kebenaran Risalah yang dibawahnya… Dan yang menjadi Pertanyaannya adalah: Siapa yang memberitahukan Nabi Muhammad Saw tentang  penemuan ilmiah tahun 2012 tersebut ?
Sumber referensi:
1-  Scientists explore an ancient network of rivers and lakes in the Arabian Desert,http://www.ox.ac.uk/media/news_releases_for_journalists/120426.html
2- Satellite images show how arid Arabian desert once flowed with lakes, http://archaeology.sa/?p=198
 3- Climate change, Stone Age-style: Satellite images show how arid Arabian desert once flowed with lakes, rivers and life, http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2138346/Climate-change-Stone-Age-style-Satellite-images-arid-Arabian-desert-flowed-lakes-rivers-life.html

Senin, 20 Mei 2013

ISLAM dan Teori Darwin

Charles Robert Darwin (lahir di Shrewsbury, Shropshire, Inggris, 12 Desember 1809 – meninggal di Downe, Kent, Inggris, 19 April 1882 pada umur 72 tahun) adalah seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).

Darwin kini adalah seorang geolog terkemuka di kalangan elit ilmiah di antara para pendeta yang juga adalah kaum naturalis. Secara kuangan ia cukup mapan dengan penghasilan pribadi. Ia mempunyai banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukannya, menuliskan temuan-temuan dan teori-teorinya, dan mengawasi persiapan penulisan rangkaian bukunya Zoologi yang menggambarkan koleksi-koleksinya. Ia yakin akan kebenaran evolusi, namun untuk jangka waktu yang lama ia sadar bahwa transmutasi spesies dihubungkan dengan penyangkalan terhadap Tuhan serta dengan para agitator demokratis di Britania yang berusaha menggulingkan masyarakat. Jadi, penerbitan teorinya dapat mengancam reputasinya. Darwin melakukan banyak percobaan dengan tanaman dan melakukan berbagai konsultasi dengan para peternak binatang, termasuk peternak burung merpati dan babi, sambil berusaha menemukan jawaban-jawaban yang kuat terhadap semua argumen yang diantisipasinya ketika ia menyajikan teorinya di muka umum.

Bandingkan dengan teori islam

Asal Usul Manusia menurut Islam

Kita sebagai umat yang mengakui dan meyakini rukun iman yang enam, maka sudah sepantasnya kita mengakui bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan.

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib…..” (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)

Dengan memperhatikan ayat tersebut maka kita seharusnya tidak perlu berkecil hati menghadapi orang-orang yang menyangkal kebenaran keterangan mengenai asal usul manusia. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki unsur utama yang dijelaskan dalam Al Qur’an yaitu Iman kepada yang Ghaib. Ini sebenarnya tampak pula dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka dalam menguraikan masalah tersebut yaitu selalu diawali dengan kata kemungkinan, diperkirakan, dan sebagainya. Jadi sebenarnya para ilmuwanpun ragu-ragu dengan apa yang mereka nyatakan.

Tahapan kejadian manusia :

a) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :

“Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah (32) : 7)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15) : 26)

Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :

“Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari)

b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah sati firman-Nya :

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. Yaasiin (36) : 36)

Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak…” (QS. An Nisaa’ (4) : 1)

Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :

“Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam” (HR. Bukhari-Muslim)

Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui pernikahan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan  maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.

c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.
Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).

Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :

“Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya).” (HR. Bukhari-Muslim)

Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan “saripati berasal dari tanah” sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).

Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan : “Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu”. Selain iti beliau juga mengatakan, “Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh ebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya.”

Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :

“…Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)…” (QS. Az Zumar (39) : 6).

sumber : Kaskus 





Mangkuk Tertua Ditemukan di Cina


MANGKUK TERTUA DI DUNIA, YANG DITEMUKAN DI CINA, SEKALI LAGI MEMBANTAH GAGASAN DARWINIS TENTANG ''EVOLUSI MASYARAKAT MANUSIA''

bbc pottery(1)Kepingan-kepingan tembikar yang baru-baru ini ditemukan oleh para pakar ilmu purbakala di Gua Yuchanyan di Cina telah sekali lagi merobohkan pemikiran evolusionis mengenai sejarah. Menurut sebuah laporan di BBC News, usia pecahan-pecahan tersebut yang telah ditentukan dengan menggunakan 40 macam teknik Karbon-14 yang berbeda berkisar antara 17.500 dan 18.300 tahun. Keberadaan periuk setua itu merupakan sebuah kekalahan
penuh, dalam istilah evolusinis, karena mereka menyatakan bahwa manusia memulai kehidupan beradab dan menetap pada masa yang mereka sebut sebagai Zaman Batu.

Evolusonis menyatakan bahwa manusia pertama adalah makhluk setengah-kera yang bentuk tubuh dan kemampuan akalnya berkembang seiring dengan perjalanan waktu, bahwa mereka mendapatkan keterampilan baru, dan bahwa peradaban berevolusi disebabkan oleh hal tersebut.

Menurut pernyataan ini, yang didasarkan pada ketiadaan bukti ilmiah apa pun, nenek moyang purba kita yang diduga ada itu menjalani hidup sebagai binatang, lalu menjadi beradab hanya setelah mereka menjadi manusia, dan menunjukkan kemajuan budaya seiring dengan bertambah majunya kemampuan akal mereka.

Gambar-gambar khayalan dari apa yang disebut sebagai Manusia purba, dengan tubuh yang seluruhnya tertutupi bulu binatang, atau sedang membuat api sembari jongkok di bawah kulit binatang, tengah berjalan di sepanjang tepi wilayah perairan sembari memanggul hewan yang baru saja dibunuh, atau sedang berusaha berkomunikasi dengan sesamanya menggunakan gerakan isyarat dan bersungut-sungut, adalah gambar rekayasa yang dilandaskan pada pernyataan tidak ilmiah ini.
vazo
Contoh tembikar yang ditemukan di Gua Yuchanyan pada tahun 1995
namun, temuan-temuan purbakala yang dihasilkan hingga kini dari Zaman Batu, di mana evolusionis menyatakan bahwa “manusia waktu itu baru saja belajar berbicara”, menunjukkan bahwa manusia di masa itu sudah menjalani hidup berkeluarga, melakukan bedah otak dan memahami seni lukis dan musik.

Oleh karena serpihan periuk berusia sekitar 18.000 tahun yang ditemukan di Gua Yuchanyan di Cina juga menampakkan tanda-tanda kehidupan yang berperadaban, maka ini pun membantah “urutan zaman-zaman sejarah” karangan evolusonis. Kepingan-kepingan mangkuk ini, yang usianya ditetapkan antara 17.500 dan 18.300 tahun, adalah sisa-sisa peninggalan tembikar tertua yang pernah ditemukan. Menurut pernyataan evolusionis, manusia semestinya belum menjalani hidup menetap di masa yang disebut sebagai Zaman Batu, dan mestinya hidup di gua-gua sebagai pemburu purba yang menggunakan perkakas yang terbuat dari batu.  

Namun temuan-temuan purbakala secara ilmiah membuktikan justru sebaliknya. Pecahan-pecahan barang yang terbuat dari tanah liat yang ditemukan di Gua Yuchanyan itu secara telak menyingkap ketidakabsahan pernyataan evolusonis, yang sejatinya tidak lebih dari khayalan.

Biji-bijian padi juga ditemukan di gua yang sama di tahun 2005. Secara keseluruhan, temuan-temuan ini menunjukkan bahwa manusia yang hidup 18.000 tahun lalu telah bertani dan hidup berperadaban sebagaimana yang dilakukan manusia masa kini.

Kemajuan dan temuan seperti ini yang terjadi di cabang-cabang  ilmu pengetahuan seperti arkeologi dan antropologi menyingkapkan bahwa “gagasan evolusi budaya dan masyarakat manusia” adalah sesuatu yang palsu. Temuan yang dihasilkan selama penggalian-penggalian purbakala dengan jelas menampakkan bahwa sejarah ditafsirkan oleh para ilmuwan Darwinis berdasarkan prasangka ideologi materialis. Dongeng “Zaman Batu” tidaklah lebih dari upaya kalangan materialis dalam rangka menampilkan manusia sebagai sebuah makhluk hidup yang berevolusi dari binatang yang tidak berakal dan memaksakan dongeng yang mereka yakini ini pada ilmu pengetahuan.
http://id.harunyahya.com

Rabu, 15 Mei 2013

Keajaiban Ucapan Bismillah


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.” [QS. Al-An’aam: 118]

Sebuah tim dari para peneliti senior dan Profesor universitas di negeri Suriah sampai pada suatu penemuan ilmiah yang menunjukkan bahwa ada perbedaan besar dalam hal perkembang biakan mikroba antara daging yang dibacakan takbir ketika disembelih dengan daging yang tidak dibacakan.

Tim medis yang terdiri dari 30 Profesor spesialis di berbagai bidang yang berbeda dalam ilmu kedokteran laboratorium, bakteri, virus, dan ilmu pengetahuan gizi dan kesehatan daging dan patologi anatomi, kesehatan hewan dan penyakit pada sistem pencernaan melakukan penelitian biologi dan anatomi selama tiga tahun. Penelitian itu untuk mempelajari perbedaan antara sembelihan yang dibacakan nama Allah (Bismillah) dan membandingkannya dengan sembelihan yang disembelih dengan cara yang sama, akan tetapi tanpa menyebut nama Allah (Bismillah) .
 
Dan penelitian tersebut telah menunjukkan pentingnya dan perlunya menyebutkan nama Allah (Bismillahi Allahu Akbar) ketika menyembelih binatang ternak dan burung. Dan hasil penelitian itu sungguh mengejutkan dan mengherankan dan yang digambarkan oleh anggota tim medis sebagai sebuah Mukjizat (keajaiban) yang tidak bisa digambarkan dan dikhayalkan. Penanggung jawab Humas dari penelitian ini yaitu Dr.Khalid Halawah berkata bahwa uji coba laboratorium membuktikan bahwa serat daging yang disembelih tanpa Bismillah dan Takbir selama tes uji serat dan perkembangbiakan bakteri ini penuh dengan kuman dan darah yang tertahan dalam daging, sementara daging yang disembelih dengan Bismillah dan Takbir benar-benar bebas dari bakteri dan steril tidak mengandung darah yang tersisa/tertahan. Dan Halawah mendeskripsikan dalam pembicaraannya kepada kantor berita Kuwait (KUNA) bahwa penemuan ini merupakan revolusi ilmiah besar di bidang kesehatan manusia dan keselamatannya yang terkait dengan kesehatan apa uang dia konsumsi berupa daging binatang ternak. Dan yang telah terbukti dengan secara pasti bahwa daging tersebut bersih dan steril dari kuman dengan membacakan Bismillah dan Takbir ketika menyembelihnya.

Sementara itu, kata peneliti Abdul Qadir al-Dirani bahwa ketidaktahuan orang-orang di zaman kita terhadap Hikmah yang tersembunyi di balik penyebutan Bismillah ketika menyembelih menyebabkan manusia mengabaikan dan enggan untuk menyebutkan Bismillah dan Takbir ketika melakukan penyembelihan binatang ternak dan burung. Dia berkata:”Yang mendorong saya untuk mempersembahkan tema/pembahasan ini dalam gaya bahasa akademi yang ilmiah, yang membangun arti penting dan keseriusan persoalan ini masyarakat, adalah berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Profesor Muhammad Amin Syaikhu dalam kajian beliau tentang al-Quran dan apa yang beliau sampaikan dan kami dengar bahwa daging sembelihan yang tidak disebutkan nama Allah (Bismillah) maka di dalamnya ada darah yang tersisa/tertahan serta tidak terbebas dari bakteri dan kuman.”

Dia menyebutkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan manusia untuk membaca Bismillah ketika menyembelih binatang, Dia Yang Mahakuasa berfirman dalam Surat al-Anam:
فكلوا مما ذكر اسم الله عليه ان كنتم باياته مؤمنين

“Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.”  [QS. Al-An’aam: 118]

Dia Yang Maha Mulia berfirman:
ولا تأكلوا مما لم يذكر اسم الله عليه وانه لفسق

”Dan janganlah kamu mamakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan…“ [QS. Al-An’aam: 121]

Dia juga berfirman:
وأنعام لايذكرون اسم الله عليها افتراء عليه

”Dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. …“ [QS. Al-An’aam: 138]


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Coupons